mentoringfit13asma

Asma Binti Abu Bakar (Kelompok 4)


Leave a comment

Keutamaan Menebar Salam

Sudah menjadi hal yang lumrah bagi seorang muslim ketika saudaranya sesama muslim mengucapkan salam kepadanya  saat berpapasan, masuk rumah atau ketika akan berpisah satu sama lain, dan dalam keadaan lainnya.

Namun bagi sebagian kaum muslimin, perkara salam ini masih merupakan suatu perkara yang asing, bukanlah asing yang dimaksud disini berarti mereka tidak mengenal ajaran Islam ini, namun  “asing” yang dimaksud disini ialah tidak terbiasanya mereka dalam mengamalkannya, tidak mengenal keutamaannya, bahkan sampai pada tingkat bingung ketika disalami dan menjawab salam saudaranya dengan cara yang tidak dituntunkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam .

Bahkan sebagian mereka sampai pada tingkat menyukai atau lebih menyenangi kepada kebudayaan-kebudayaan kaum kafir atau kebudayaan lain yang bukan datang dari Islam, semisal ucapan Hallo, See you again, Haii, Sampai jumpa, Selamat datang  dan lainnya. Padahal Islam telah datang dan mengajarkan yang lebih baik daripada yang demikian, Allahu Yahdihim ..

MAKNA SALAM DAN HUKUMNYA
Kaum muslimin Rahimahullah, Salam yang kita maksudkan dalam kajian ini ialah ucapan   السلامعليكم  . Adapun kalimat السلام   itu sendiri mempunyai makna tersendiri yang disebutkan oleh para ulama:

Sebagian mereka  (para ulama) mengatakan السلام adalah nama Allah Subhanahu wata’ala, jika seseorang mengucapkan السلامعليه  berarti dia mengucapkan  Nama Allah atas kamu” yang bermakna “Semoga kamu berada dalam lindungan Allah Subhanahu wata’ala”

Sebagian mereka  (para ulama) juga mengatakan السلام bermakna  السلامه (keselamatan), jadi makna ucapan السلامعليله  adalah “Keselamatan untukmu” (Al Minhaj Syarhu Shohihi Muslim, Jilid 7 hal 262, Kitab As Salam)

Imam Nawawi Rahimahullah menyebutkan “Ketahuilah bahwa memulai salam hukumnya adalah sunnah dan menjawab salam hukumnya adalah wajib. Jika orang yang mengucapkan salam terdiri dari sekelompok orang (jama’ah) maka berlaku bagi mereka hukum sunnah kifayah yang berarti jika salah satu dari mereka mengucapkan salam, maka sunnah salam tersebut  menjadi hak mereka seluruhnya. Jika orang yang disalami adalah satu orang maka wajib  (Fardhu ‘ain) dia untuk menjawab. Jika orang yang disalami adalah sekelompok orang (Jama’ah) maka hukum menjawab salam bagi mereka menjadi Fardhu Kifayah, yang berarti jika salah seorang dari mereka sudah menjawab salam, maka terputuslah dosa / kesalahan bagi yang belum menjawab salam. (Al Minhaj, Jilid 7 hal 261)

 


TATA CARA SALAM

Berkata  Imam Nawawi Rahimahullah, “ Dicintai /Mustahab bagi seorang yang memulai salam dengan mengucapkan  السلامعليكمورحمةاللهوبركاته dengan menggunakan kata ganti jamak (كم) walaupun yang disalami cuma satu orang, dan orang yang menjawab mengatakan  السلامرحمةاللهوبركاتهوعليكم  (Syarh Riyahdush Sholihin Ibnu Utsaimin Jilid 3, hal 10)

 

KEUTAMAAN SALAM
Umat Islam adalah umat yang mendapatkan keutamaan dari Allah Subhanahu wata’ala dibanding umat lainnya, dengan keutamaan itu derajat mereka diangkat oleh Allah Subhanahu wata’ala didunia dan akhirat. Setiap ajaran Islam mengandung keutamaan / Fadhilah, begitu juga salam.

Bahkan Yahudi mengetahui keutamaan tersebut sehingga menimbulkan Hasad dalam diri mereka, dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha,

عَنْعَائِشَةَ, عَنِالنَّبِيِّصَلَّىاللهُعَلَيْهِوَسَلَّمَ,  قَالَ:  مَاحَسَدَتْكُمُالْيَهُودُعَلَىشَيْءٍ,  مَاحَسَدَتْكُمْعَلَىالسَّلَامِوَالتَّأْمِينِ

” Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Tidaklah Yahudi hasad terhadapkalian tentang sesuatu, seperti hasadnya terhadap kalian dalam permasalahan salam dan ucapan Aamiin”. (HR. Ibnu Majah 856 dan Ibnu Khuzaimah)

Advertisements